Tuesday, 18 May 2010

Bikin kue


Nama kuenya coklat pastri. Kulit pastrinya beli yang sudah siap jadi di supermarket. Kulit puff pastry, kalau saya, biasa untuk membuat pisang molen. Maklum, di sini tidak ada penjual pisang molen, tidak seperti Indonesia, penjual pisang molen bertebaran. Sebagai selingan, kadang-kadang diisi coklat atau apa saja yang lagi kepingin pada saat membuat dan bahannya tersedia di kulkas.
Akhir-akhir ini dalam menjalankan kegiatan hobby memasak ada tambahan satu asisten. Siapa lagi kalau bukan Ghia. Ya, dia sudah mulai ikut-ikutan bababnya bantuin masak. Kalau sudah mulai menyiapkan bahan-bahan untuk masak, terutama kue, Ghia langsung aja deh mendekati,”Bab…. Mau masak apa? Ghia liat… liat.” Langsung aja deh dia dorong kursi dan naik di atasnya, sehingga posisinya persis di sebelah saya.
Termasuk coklat pastri ini. dia ada andil di dalamnya. Walaupun untuk menjadi asisten itu tangannya jadi penuh tepung (bahkan sampai ke muka), apa saja penasaran untuk dicoba (walau masih mentah), tapi yang penting, dia itu kelihatannya enjoy banget. Ga mungkin lah dilarang untuk menikmati enjoynya itu.
Lagian, bagus juga kok untuk anak-anak dilibatkan dalam proses memasak. Di playgroupnya, Ghia juga sudah mulai biasa untuk memasak. Di playgroup ada program memasak bersama. Yang ringan-ringan saja, seperti misalnya biskuit, pizza, de el el deh.
Juga masak itu untuk semua, tidak hanya untuk wanita kan. Jadi, nothing wrong lah Ghia ikut masak. Malah mudah-mudahan nantinya bisa membantu mengasah kemampuan kreativitas dan keahliannya.
Tapi yang paling penting, ya itu, Ghia melakukannya happy banget.

Sunday, 16 May 2010

Gitar

Kebiasaan Ghia yang baru, keranjingan (seolah-olah) main gitar. Ghia bilangnya,"gitan... gitan." Itu karena ia belum fasih mengucapkan huruf 'R'. Tapi jadinya malah kedengeran lebih lucu.

Yang dijadikan 'gitar'nya bisa apa saja. Dari mulai stik, centong kayu (itu tuh, alat masak yg terbuat dari kayu), apa aja deh yg bisa atau ukurannya seperti gitar.

Kalau sudah megang gitarnya itu, langsung deh bergaya, tangan kiri memegang leher gitar, tangan kanan seolah-olah sedang memetik dawai gitar.

Kalau ditanya, Ghia mau main gitar atau drum, dia pasti menjawab, "gitan aja Bab (gitar aja)." Cuma sampai dengan hari ini belum dibelikan gitar betulan. Maklum, bulan depan (Juni 2010) sudah mau pulang ke Indonesia. Nanti repot bawanya.

Untungnya Ghia ga terlalu rewel deh, tapi dengan janji nanti sesampainya di Indonesia mau dibelikan gitar kecil betulan untuk Ghia (mungkin mulai dari ukulele).

Awal dia senang gitar sewaktu menyaksikan group band lelaki yang terdiri dari anak-anaknya Achmad Dani. Group itu menyanyikan lagu 'superman'. Ga bosen-nya Ghia nonton itu dan tentu saja sambil (seolah-olah) bermain gitar.

Ghia... Ghia....

Thursday, 13 May 2010

Daddy

Ghia... Ghia.... Entah darimana mulainya atau terpengaruhnya, sekarang dia kerap manggil bababnya dengan istilah 'daddy'. curiganya sih terpengaruh acara tv dan teman-temannya di playgroup.
Tapi ga sih, lucu juga kedengerannya. Dan itu biasanya muncul kalau ybs lagi kesel banget ga diturutin permintaannya, langsung deh teriak,"Daddy.. daddy."
Anyway, ga terasa, blog ini udah lama ga ditengok-tengok. lihat postingan terakhir, eh.. ternyata itu menjelang ultahnya Ghia. Dan pada saat posting ini ditulis, pun menjelang ultahnya Ghia.
Makin banyak kepintarannya yang muncul. Cuma... nanti ya diposting sebagian-sebagian... maklum deh (dengan beribu alasan he he he).
Chiao.