Tuesday, 22 January 2008

Refleksi: Hidup ini singkat (lho)!


Orang tua dulu bilang kalau hidup itu adalah suatu yang ‘nyeni’ … full of art … terutama kalau orang itu sudah mengalami hidup berumah tangga …. Artinya apa seh …? Itu loh … bahwa setiap orang itu dalam menjalani hidupnya pasti berbeda-beda. Ga ada yang sama biar bersaudara kembarpun. Setiap orang melakoni jalan hidupnya masing-masing …. Sesuai dengan keinginannya. Keinginannya? Ya betul, keinginannya. Ada guideline yang orang biasa rujuk untuk hidup yaitu: Al Quran + Al Hadist (sorry, that’s because I am a muslim), tapi untuk sampai ke every details in seconds … you shall be creative on it. But that’s life. [Dalam hal ini ane bukannya sok alim sih … Cuma … walaupun mungkin ane masih dalam kriteria ‘bad’ in religion, tapi setidak-tidaknya masih berusaha untuk selalu di hati ada ‘sedikit’ hope untuk tetap bisa hidup sesuai dengan jalanNya … gicu … deh]

Ada pandangan kerohanian (hadist? I forgot) yang menyatakan (dan ini yang saya biasanya sadari dan ikuti) bahwa jika kita melihat seorang pengembara sedang beristirahat (berteduh) di bawah sebuah pohon yang sangat rindang karena kelelahan (pohon beringin kah …?!) untuk sekedar melepas rasa penat dan lelah, dan apabila sang pengembara tersebut sudah hilang rasa penat dan lelahnya maka dia akan melanjutkan perjalanannya … mengembara …. Nah gambaran kita hidup di dunia fana ini adalah sama dengan ketika sang pengembara itu beristirahat di bawah pohon yang rindang tadi. Very short, isn’t it? Kemudian perjalanan sang pengembara sebelum beristirahat di bawah pohon adalah gambaran sebelum manusia dilahirkan dan perjalanan sang pengembara setelah beristirahat di bawah pohon adalah gambaran setelah manusia menemui sang malaikat al maut.

Maksud loh apa seh …? Mungkin maksudku itu …. Kalau gambaran hidup kita seperti itu … kenapa kita terlalu fokus ke arah kehidupan duniawi ya … ga inget akan kehidupan setelah mati … wow … banyak pertanyaan yang lalu muncul:
- apakah bekal kita untuk akhirat sudah cukup?
- apakah hidup kita sudah bisa berarti buat orang lain? (banyak kita jumpai untuk ngurus diri sendiri aja repot apalagi untuk ngurusin orang lain … I hope my life will be not like that)-
- dan seterusnya … dan seterusnya ….

So, jadi ‘ngeri’ ya … karena hidup ini sangat singkat, ga tau deh .. Cuma aja I’ll try to be wise with my (our) life and .. keep being optimistic with the life

This advice is just for myself.

Many thanks

Babab
[Keterangan foto: Sumsion Gardens, Huon Street, Wodonga, Victoria, Australia - 28 December 2007]