Wednesday, 5 January 2011

Komentar2 Ghia (1)

@ waterworks, Albury, NSW, (2 Jan 2010)

Beberapa komentar Ghia, yang biasa suka dipanggil sama Babab dan Bundanya sebagai si Oges, akan dicoba disajikan di sini. Menurut parent-nya sih lucu, terkait dengan konteksnya. Entah begitu disajikan diluar konteksnya.

Berikut komentar-komentarnya:
1. Bun, rotinya gosong ya, makanya jangan sambil pegang HP....
2. Aa Ghia ga punya ayah, Aa Ghia punyanya Babab ...
3. Bun, bun lagi sakit ya. Ghia ga usah sarapan juga ga apa-apa, asal bunda ga sakit lagi...
....

Thursday, 21 October 2010

Kamu ngangenin


His face is always on my netbook screen, holding a can of ginger beer in his right hand and a plastic cup in his left.

The photo told us how he, presumably, enjoyed drinking ginger beer (a ginger beer is not a real beer, it's a kind of soft drink). Indeed, when he was in Australia, when I and his bunda were drinking a can of ginger beer, he usually asked us to let him try just a bit. It did not matter for us to give him a go. But, surprisingly, he enjoyed very much.

He said,”Bab, its tasty is good, Ghia like it very much, could you give me more”. If he has told us in that way, nicely and with so gentle, what could we say. “alright Ghia, but please don’t too much”. He then finished his part, very quickly.

Ghia, how are you in Jakarta? When I look at your photo screen, as if you were here sitting close to me, doing funny stuffs. But, unfortunately, it is not. Hopefully, not longer time we can meet again. I miss you very much. Kamu ngangenin anakku.....

Missed you so much, a very big hug from the distance.

Babab.

Monday, 18 October 2010

10 Makanan untuk Kecerdasan Anak

Abis lihat2 di Kompas female, ada artikel bagus, sy share ya, dengan co pas aja......

Sumber: http://female.kompas.com/read/xml/2010/10/13/1349038/10.makanan.untuk.kecerdasan.anak

Rabu, 13 Oktober 2010 | 13:49 WIB

KOMPAS.com

Penelitian membuktikan, kekurangan 1 mineral dan vitamin yang penting untuk otak bisa menurunkan kesiagaan mental otak. Pola makan yang kaya buah dan sayuran, gandum, ditambah dengan daging dan ikan dapat mencukupi kebutuhan mineral dan vitamin utama yang diperlukan bagi kesehatan fisik dan mental.

Apa saja bahan makanan yang dapat merangsang pertumbuhan sel-sel otak, memperbaiki fungsinya, meningkatkan daya ingat dan konsentrasi serta berpikir anak-anak? Berikut 10 bahan makanan yang dianjurkan oleh dr Saridian Satrix W, SpGK:

1. Salmon
Salmon merupakan sumber terbaik asam lemak omega 3 -DHA dan EPA- yang keduanya penting bagi pertumbuhan dan perkembangan fungsi otak. Riset terbaru juga menunjukkan, orang yang memperoleh asupan asam lemak lebih banyak memiliki pikiran lebih tajam dan mencatat hasil memuaskan dalam uji kemampuan. Kandungan asam lemak omega 3 untuk per 100 gram ikan salmon adalah 2,2 gram. Kebutuhan anak-anak akan omega 3 per hari adalah 1,2 gram.

2. Telur
Telur dikenal sebagai sumber penting protein yang relatif murah dan harganya cukup terjangkau. Bagian kuning telur ternyata padat akan kandungan kolin, suatu zat yang dapat membantu perkembangan memori atau daya ingat. Kandungan kolin dalam 1 butir telur berukuran besar adalah 126 mg. Bandingkan dengan 2 sendok makan selai kacang yang hanya mengandung 20 mg dan 300 gram daging sapi degan kandungan 66 mg kolin. Kebutuhan anak-anak akan kolin 200-375 mg per hari.

3. Selai kacang
Kacang tanah (peanut) yang banyak diolah menjadi selai kacang merupakan salah satu sumber vitamin E. Vitamin ini merupakan sumber antioksidan yang dapat melindungi membran-membran sel saraf. Bersama thiamin, vitamin E membantu otak dan sistem saraf dalam penggunaan glukosa untuk kebutuhan energi. Setiap 2 sendok makan selai kacang mengandung 2,9 mg vitamin E, sedangkan kebutuhan anak-anak per hari antara 4-10 mg.

4. Kacang-kacangan lain
Kacang adalah makanan spesial sebab makanan ini memiliki energi yang berasal dari protein serta karbohidrat kompleks. Selain itu, kacang kaya akan kandungan serat, vitamin, dan mineral. Kacang juga makanan yang baik untuk otak karena mereka dapat mempertahankan energi dan kemampuan berpikir anak-anak pada puncaknya di sore hari jika dikonsumsi saat maakn siang. Menurut hasil penelitian, kacang merah dan kacang pinto mengandung lebih banyak asam lemak omega 3 daripada jenis kacang lainnya, khususnya ALA, jenis asal omega 3 yang penting bagi pertumbuhan dan fungsi otak.

5. Gandum murni
Otak membutuhkan suplai atau sediaan glukosa dari tubuh yang sifatnya konstan. Gandum murni memiliki kemampuan untuk mendukung kebutuhan tersebut. Serat yang terkandung dalam gandum murni dapat membantu mengatur pelepasan glukosa dalam tubuh. Gandum juga mengandung vitamin B yang berfungsi memelihara kesehatan sistem saraf. Gandum mengandung vitamin B sebanyak 1,5 mg per 100 gram. Sedangkan kebutuhan vitamin B pada anak-anak adalah 1 mg per hari.

6. Havermut
Havermut merupakan salah satu jenis sereal paling populer di kalangan anak-anak dan kaya akan gizi penting bagi otak. Havermut dapat menyediakan energi atau bahan bakar untuk otak yang sangat dibutuhkan anak-anak mengawali aktivitasnya di pagi hari. Kaya akan kandungan serat, havermut akan menjaga otak anak terpenuhi kebutuhannya di sepanjang pagi. Havermut juga merupakan sumber vitamin E, vitamin B, potasium,d an seng yang membuat tubuh dan otak berfungsi pada kapasitas penuh. Kandungan vitamin E pada 250 gram havermut adalah 0,08 mg. Kandungan vitamin B 0,26 mg per 250 gram havermut dan seng 6,19 mg per 250 gram havermut.

7. Beri
Kelompok keluarga beri (stroberi, ceri, bluberi), semakin kuat warnanya semakin banyak zat gizi yang dikandungnya. Beri mengandung antioksidan kadar tinggi, khususnya vitamin C, yang berfaedah mencegah kanker. Beberapa riset menunjukkan mereka yang mendapatkan ekstrak bluberi dan stroberi mengalami perbaikan dalam fungsi daya ingatnya. Biji dari buah beri ini juga ternyata kaya akan asam lemak omega 3.

8. Sayuran berwarna
Tomat, ubi jalar merah, labu, wortel, dan bayam adalah sayuran yang kaya gizi dan sumber antioksidan yang akan membuat sel-sel otak kuat dan sehat.

9. Susu dan yoghurt
Makanan yang berasal dari produk susu mengandung protein dan vitamin B tinggi. Dua jenis zat gizi ini penting bagi pertumbuhan jaringan otak, neurotransmitter, dan enzim. Susu dan yoghurt juga bisa membuat perut kenyang karena kandungan protein dan karbohidratnya sekaligus menjadi sumber energi bagi otak.

10. Daging sapi tanpa lemak
Zat besi adalah jenis mineral esensial yang akan membantu anak-anak tetap berenergi dan berkonsentrasi di sekolah. Daging sapi tanpa lemak adalah salah satu sumber makanan yang mengandung banyak zat besi. Kandungan zat besi dalam 100 gram daging sapi adalah 4,05 mg. Sedangkan kebutuhan akan zat besi pada anak-anak adalah 3-10 mg per hari.

Wednesday, 28 July 2010

Pertama kali surat-suratan sama anak


“Lucu Bab,” itu reaksi istri saya, ketika ia membacakan surat saya yang saya tujukan untuk anak saya, usia 3 tahun 2 bulan. Anak saya belum bisa membaca – baru dalam tahap mengenalkan huruf, sehingga memerlukan bantuan bundanya untuk membacakan surat tersebut.

Nggak tahu kenapa saya begitu ‘passionate’ terhadap surat. Pengalamaan yang berkenaan dengan surat sangat membekas di benak saya (seperti yang pernah saya tuangkan dalam postingan di Kompasiana juga beberapa waktu yang lalu, di sini). Surat sangat terasa manfaatnya untuk berbagi apa yang ada di pikiran dan di hati dan salah satunya adalah mengurangi stress.

Reaksi yang diperlihatkan oleh anak saya itu, seperti khasnya anak-anak. Walaupun nampak tidak terlalu mengerti apa itu surat, apa maksudnya surat, tapi dia terlihat seperti mencoba mengerti apa yang ada dalam isi surat itu. Itu menurut bundanya.
Reaksi yang diperlihatkan seperti ketika bundanya itu membacakan surat pertama yang saya kirimkan untuk anak saya, seperti di bawah ini (tulisan dengan cetak miring merupakan reaksi anak saya ketika mendengarkan surat dibacakan – tidak secara detail, karena saya tidak menyaksikan langsung – tetapi kira2 seperti itulah):

Assalamualaikum Aa Ghia.
[ikum salam Bab]

Apa kabar Aa?
[diam – terus tanya sama bundanya – Bababnya mana Bunda? Bundanya menjawab,”bababnya ga ada, ini suratnya aja. Terus dia bertanya lagi,”surat apa sih Bunda?” – kemudian Bundanya menjelaskan lagi apa itu surat dan dimana posisi Bababnya sekarang]

Sudah mamam belum?
[sudah Bab, tadi sama Bunda]

Sudah mandi belum?
[sudah]

Mamamnya pake apa tadi?
[hm..hm… pake ayam]

Aa tadi main apa saja?
[main sword – pedang – nanti malam Babab datang kan? – nah lho, kemudian bundanya kembali menjelaskan bahwa yang datang kali ini hanya surat bababnya, bukan bababnya langsung]

Dan seterusnya….

Paragraph terakhir:

Begitu dulu ya A, be a good boy, jangan lupa baca doa sebelum tidur. Juga, minta Bunda untuk cerita sebelum bobo ya.

[iya bab – Bunda, tapi Bababnya mana? Terus lari ke mainan-mainannya – mungkin merasa bosan, Kemudian Bundanya bilang,”eh… Ghia.. jangan lari dulu. Suratnya belum selesai nih, bundanya menambahkan, "Babab bilang I love you Aa"

[Dari jauh kemudian ia berteriak – luv you too]

Bundanya tertawa. Ketika diceritakan ke saya, sayapun tertawa.

Ghia… Ghia …

Tapi walaupun demikian, keinginan saya tercapai, mengenalkan media lain untuk berkomunikasi antara anak dengan orang tuanya, yaitu melalui surat.

Salam hangat. Bugi.
[Published in Kompasiana: 28 July 2010]

Wednesday, 14 July 2010

Berawal dari surat untuk nenek

Waktu kecil, salah seorang kakek saya – maksudnya adik dari nenek saya, yang juga tentu disebut kakek, yang tinggal di Belanda dan seorang nenek saya – yang merupakan kakak dari nenek saya - tinggal di Cirebon, tepatnya di daerah Bojong, Cilimus, menjadi ‘sahabat’ korespondensi saya.

Ya, mereka sangat intens menjawab surat-surat saya, yang mungkin termasuk memotivasi saya untuk memasukkan surat menjadi salah satu yang tercatat dalam daftar hobi saya.
Lupa tepatnya kapan saya mulai senang dengan korespondensi seperti itu. Tetapi, berkirim surat dengan mereka, sudah dimulai ketika saya di usia SD, ya, kira-kira tahun 1975an.

Untuk nenek saya yang di Cirebon, waktu itu, teringat saya, saya sempat bertanya pada orang tua saya, apa yang saya perlu tulis dalam surat saya. Orang tua saya bilang, kurang lebih seperti ini,”apa saja yang ada didalam pikiranmu, cerita apa aja, pasti (nenek) senang kok terima surat dari kamu. Bisa cerita soal sekolah, pengalaman, musim, apa sajalah”.

Untuk kakek saya, lain lagi. Ketika itu, ketika saya di khitan, saya mendapat sebuah kado, dari kakek saya itu (belakangan saya baru tahu bahwa, kakek saya itu tidak mengirimkan kadonya langsung dari Belanda, tetapi meminta tolong salah satu anaknya yang ada di Indonesia untuk membelikan kado itu untuk saya). Senang benar hati ini menerima kado tersebut. Nah, kemudian orang tua saya meminta saya menulis surat kepada beliau sebagai ucapan terima kasih. Dari situ kemudian korespondensi berlanjut.

Lama kelamaan, berkirim surat menjadi kebiasaan dan menjadi hobi. Terasa keasyikan tersendiri ketika menulis surat, untuk siapa saja. Nikmat, bisa berbagi, bercerita, dan lain sebagainya.

Dulu, seninya berkirim surat, harus ke kantor pos untuk membeli perangko dan memposkan surat, disamping memposkan surat di kotak pos terdekat. Sekarang, lebih asyik lagi. Tetap dengan cara konvensional: tetap menggunakan jasa pos, ataupun dengan cara yang lebih terasa kekiniannya, misalnya melalui email, facebook, ataupun sms.

Sms? Ya, sering sms digunakan dengan fungsi yang sama dengan surat hanya dengan kapasitas yang lebih terbatas.

Manfaat menulis surat yang saya rasakan diantaranya adalah sebagai sarana untuk mengungkapkan perasaan, pikiran, keinginan – sarana untuk berbagi, dan nampaknya baik juga untuk mengurangi ataupun menghilangkan stress. Manfaat lainnya adalah tentunya untuk tetap menjalin tali silaturahmi, yang konon menjalin tali silaturahmi ini bisa menjaga penampilan agar tetap awet muda (hm hm … ini yang saya cari).
Manfaat itu termasuk kesempatan yang didapatkan dengan mengembangkannya menjadi sarana untuk melatih mengungkapkan apa yang ingin kita ungkapkan dengan alur penyampaian yang (dicoba untuk dibuat secara) lebih teratur ataupun terstruktur. Dimana kemudian, latihan itu, akan sangat membantu untuk kelancaran penyampaian secara tertulis maupun secara oral.

Manfaat ini juga yang saya rasakan didapat ketika menulis, termasuk menulis di blog dan di Kompasiana (walaupun tulisannya masih jauh dari bisa dinikmati oleh orang lain, tetapi minimal bisa dinikmati oleh diri sendiri).
Untuk itu, saya perlu berterima kasih kepada orang tua saya, nenek dan kakek saya (yang sekarang telah tiada).

Salam hangat.

[dimuat di Kompasiana: 14 Juli 2010]

Tuesday, 18 May 2010

Bikin kue


Nama kuenya coklat pastri. Kulit pastrinya beli yang sudah siap jadi di supermarket. Kulit puff pastry, kalau saya, biasa untuk membuat pisang molen. Maklum, di sini tidak ada penjual pisang molen, tidak seperti Indonesia, penjual pisang molen bertebaran. Sebagai selingan, kadang-kadang diisi coklat atau apa saja yang lagi kepingin pada saat membuat dan bahannya tersedia di kulkas.
Akhir-akhir ini dalam menjalankan kegiatan hobby memasak ada tambahan satu asisten. Siapa lagi kalau bukan Ghia. Ya, dia sudah mulai ikut-ikutan bababnya bantuin masak. Kalau sudah mulai menyiapkan bahan-bahan untuk masak, terutama kue, Ghia langsung aja deh mendekati,”Bab…. Mau masak apa? Ghia liat… liat.” Langsung aja deh dia dorong kursi dan naik di atasnya, sehingga posisinya persis di sebelah saya.
Termasuk coklat pastri ini. dia ada andil di dalamnya. Walaupun untuk menjadi asisten itu tangannya jadi penuh tepung (bahkan sampai ke muka), apa saja penasaran untuk dicoba (walau masih mentah), tapi yang penting, dia itu kelihatannya enjoy banget. Ga mungkin lah dilarang untuk menikmati enjoynya itu.
Lagian, bagus juga kok untuk anak-anak dilibatkan dalam proses memasak. Di playgroupnya, Ghia juga sudah mulai biasa untuk memasak. Di playgroup ada program memasak bersama. Yang ringan-ringan saja, seperti misalnya biskuit, pizza, de el el deh.
Juga masak itu untuk semua, tidak hanya untuk wanita kan. Jadi, nothing wrong lah Ghia ikut masak. Malah mudah-mudahan nantinya bisa membantu mengasah kemampuan kreativitas dan keahliannya.
Tapi yang paling penting, ya itu, Ghia melakukannya happy banget.

Sunday, 16 May 2010

Gitar

Kebiasaan Ghia yang baru, keranjingan (seolah-olah) main gitar. Ghia bilangnya,"gitan... gitan." Itu karena ia belum fasih mengucapkan huruf 'R'. Tapi jadinya malah kedengeran lebih lucu.

Yang dijadikan 'gitar'nya bisa apa saja. Dari mulai stik, centong kayu (itu tuh, alat masak yg terbuat dari kayu), apa aja deh yg bisa atau ukurannya seperti gitar.

Kalau sudah megang gitarnya itu, langsung deh bergaya, tangan kiri memegang leher gitar, tangan kanan seolah-olah sedang memetik dawai gitar.

Kalau ditanya, Ghia mau main gitar atau drum, dia pasti menjawab, "gitan aja Bab (gitar aja)." Cuma sampai dengan hari ini belum dibelikan gitar betulan. Maklum, bulan depan (Juni 2010) sudah mau pulang ke Indonesia. Nanti repot bawanya.

Untungnya Ghia ga terlalu rewel deh, tapi dengan janji nanti sesampainya di Indonesia mau dibelikan gitar kecil betulan untuk Ghia (mungkin mulai dari ukulele).

Awal dia senang gitar sewaktu menyaksikan group band lelaki yang terdiri dari anak-anaknya Achmad Dani. Group itu menyanyikan lagu 'superman'. Ga bosen-nya Ghia nonton itu dan tentu saja sambil (seolah-olah) bermain gitar.

Ghia... Ghia....

Thursday, 13 May 2010

Daddy

Ghia... Ghia.... Entah darimana mulainya atau terpengaruhnya, sekarang dia kerap manggil bababnya dengan istilah 'daddy'. curiganya sih terpengaruh acara tv dan teman-temannya di playgroup.
Tapi ga sih, lucu juga kedengerannya. Dan itu biasanya muncul kalau ybs lagi kesel banget ga diturutin permintaannya, langsung deh teriak,"Daddy.. daddy."
Anyway, ga terasa, blog ini udah lama ga ditengok-tengok. lihat postingan terakhir, eh.. ternyata itu menjelang ultahnya Ghia. Dan pada saat posting ini ditulis, pun menjelang ultahnya Ghia.
Makin banyak kepintarannya yang muncul. Cuma... nanti ya diposting sebagian-sebagian... maklum deh (dengan beribu alasan he he he).
Chiao.



Friday, 9 May 2008

Jumper Hijau - Gigi


Aku posting foto Ghia terbaru ya ... diambil medio April 2008, lagi pake jumper hijau ... maklum, di Aussie sekarang ini udah mulai masuk winter ... so ... pakaian2 tebal sudah mulai 'bertebaran' dan 'bertaburan' ... kalo ga .. wow ... dinginnya. Akhir2 ini suhu terendah sktr 5 drjt celcius and suhu tertinggi sktr 17 drjt celcius ... range nya jauh kan ... kalo tidur malem, udah pasti sekarang ini pake electric blanket deh.

Gigi nya Ghia udah mulai tumbuh perlahan-lahan, udah kelihatan ada 5 buah tuh nongol. Yang pertama yang kanan atas depan (kanan badannya Ghia ya ...). Waktu tumbuh gigi pertama ini sempat panas badannya. Waktu itu sempat khawatir juga seh kalo dia sakit gitu (Alhamdulillah Ghia selama di Aussie sehat2 aja), eh ... akhirnya ketahuan ternyata panas badannya itu karena mau tumbuh gigi ... Alhamdulillah deh, akhirnya dikasih panadol untuk baby aja ... turun deh panasnya. Cuma sekarang bundanya nih yang ketempuhan, kalo nyusu asi ... suka ngegigit ... jadi bundanya kesakitan. Kalo Ghia ngegigit, sama bundanya dipencet hidungnya tuh ha ha ha...
Bulan ini, insya Allah, Ghia mau berumur setahun nih ... nanti tanggal 28 Mei 2008, doain ya supaya Ghia jadi anak yang berguna bagi agama, nusa dan bangsanya dan juga bagi kedua orang tuanya .... (klise ya .. tapi itulah sepertinya harapan ortu pada umumnya ... and indeed, it is true).
Oce .. see you next time.
Wassalam,
Babab

Wednesday, 5 March 2008

Topi haji





Ghia lagi berpose pake topi haji nih ... mirip siapa ya ... mirip pak Haji kali ya he he he..yang pasti topinya keguedean soalnya topi bababna dipake...
bye
wassalam,
Babab

Friday, 29 February 2008

The age

From my desk calendar,
a wise words:

Life is an endurance test, so why be ashamed of your age? [P. K. Shaw]

Just for our inspiration.
Wassalam,
Babab

Thursday, 28 February 2008

Nasehat dari seorang teman di Rotary

Dear all,

Ada nasehat bagus nih dari seorang teman di Rotary: Ivan B., sbb:

Cinta bisa menumbuhkan kepedulian
Seni bisa menambah keindahan dan ketenangan

Ada wejangan dari salah satu buku kuno, sebagai berikut :

Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan; tetapi siapa membenci teguran adalah dungu.

Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan
langkahnya.

Orang bijak berhati-hati dan menjauhi kejahatan, tetapi orang bebal melampiaskan nafsunya dan merasa aman.

Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh, karena akan menabung banyak penyakit.

That's all, moga bermanfaat .... ;-D
best regards,
Babab

Friday, 22 February 2008

1 Menit saja

Dear All,

Miris ning ati nih (you may read the following reflection - from the neighbour mailing list):

SEMENIT SAJA

Betapa besarnya nilai uang kertas senilai Rp.100.000 apabila dibawa ke masjid untuk disumbangkan; tetapi betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk dibelanjakan!

Betapa lamanya melayani Allah SWT selama lima belas menit namun
betapa singkatnya kalau kita melihat film.

betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdoa (spontan) namun
betapa mudahnya kalau mengobrol atau bergosip dengan pacar / teman
tanpa harus berpikir panjang-panjang.

Betapa asyiknya apabila pertandingan bola diperpanjang waktunya ekstra namun kita mengeluh ketika khotbah di masjid lebih lama sedikit daripada biasa.

Betapa sulitnya untuk membaca satu lembar Kitab Suci tapi betapa mudahnya membaca 100 halaman dari novel yang laris.

Betapa getolnya orang untuk duduk di depan dalam pertandingan atau konser namun lebih senang berada di shaf paling belakang ketika berada di Rumah Ibadah

Betapa mudahnya membuat 40 tahun dosa demi memuaskan nafsu birahi semata, namun alangkah sulitnya ketika menahan nafsu selama beberapa hari ketika berpuasa ..
Betapa sulitnya untuk menyediakan waktu untuk berdoa; namun
betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam sekejap pada saat terakhir untuk event yang menyenangkan.

Betapa sulitnya untuk mempelajari arti yang terkandung di dalam Kitab Suci; namun betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi gosip yang sama kepada orang lain.

Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang dikatakan oleh koran namun
betapa kita meragukan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci.


Betapa Takutnya kita apabila dipanggil Boss dan cepat-cepat menghadapnya namun betapa kita berani dan lamanya untuk menghadapNya saat waktu beribadah.

Betapa setiap orang ingin masuk sorga seandainya tidak perlu untuk percaya atau berpikir,atau mengatakan apa-apa,atau berbuat apa-apa.
Betapa kita dapat menyebarkan seribu lelucon melalui e-mail, dan menyebarluaskannya dengan FORWARD seperti api; namun kalau ada mail yang isinya tentang Keagungan Allah betapa seringnya kita ragu-ragu, enggan membukanya dan mensharingkannya, serta langsung klik pada icon DELETE.

ANDA TERTAWA ...? atau ANDA BERPIKIR-PIKIR. ..?
Sebar luaskanlah Sabda-Nya, bersyukurlah kepada ALLAH, YANG MAHA MENGETAHUI, MENDENGAR, PENGASIH DAN PENYAYANG.
Apakah tidak lucu apabila anda tidak memFORWARD pesan ini. Betapa banyak orang tidak akan menerima pesan ini, karena anda tidak yakin bahwa mereka masih percaya akan sesuatu?

Hope it'll useful.
wassalam,
Bababna Ghia

Friday, 25 January 2008

Yoghurt




Last night was the first time for Ghia to eat yoghurt as his additional food. In Australia, you can find easily at Supermarket yoghurt for babies/infants start their 6 months of age. So we gave him yoghurt and was just wondering whether he would be like it or not. Fortunately, he enjoyed eating his yoghurt. Successfully, he could finish his first cup of yoghurt easily. You can look at those photos above how enjoy he was.

Just for your information, the nurse in health and community center also suggested to give him yoghurt, because yoghurt is a kind of good diet for babies. it contents high calcium.

That's all for today,
Cheers,
Babab

Thursday, 24 January 2008

Takut gagal?

Dari sumber Detikcom,

ada yang menarik dari dialog berikut ini, yaitu ketika Thomas Alfa Edison (penemu bola lampu) ditanya,"Mr. Edison, apa tanggapan anda, setelah ribuan kali usaha anda gagal menciptakan bola lampu?". Anda tahu apa jawaban dari Mr. Edison itu...?

Ini jawabannya, "Maaf, siapa bilang saya gagal. Saya sekarang menjadi tahu bahwa ada ribuan cara yang tidak sesuai dengan apa yang diinginkan dan saya juga menjadi tahu bahwa ada ribuan bahan di muka bumi ini yang tidak bisa digunakan untuk membuat bola lampu."

Luar biasa ......!

Cheers,

Babab

Wisdoms: Pressure

"The real pressure is (only) in your mind"
Cheers,
Babab

Tuesday, 22 January 2008

Refleksi: Hidup ini singkat (lho)!


Orang tua dulu bilang kalau hidup itu adalah suatu yang ‘nyeni’ … full of art … terutama kalau orang itu sudah mengalami hidup berumah tangga …. Artinya apa seh …? Itu loh … bahwa setiap orang itu dalam menjalani hidupnya pasti berbeda-beda. Ga ada yang sama biar bersaudara kembarpun. Setiap orang melakoni jalan hidupnya masing-masing …. Sesuai dengan keinginannya. Keinginannya? Ya betul, keinginannya. Ada guideline yang orang biasa rujuk untuk hidup yaitu: Al Quran + Al Hadist (sorry, that’s because I am a muslim), tapi untuk sampai ke every details in seconds … you shall be creative on it. But that’s life. [Dalam hal ini ane bukannya sok alim sih … Cuma … walaupun mungkin ane masih dalam kriteria ‘bad’ in religion, tapi setidak-tidaknya masih berusaha untuk selalu di hati ada ‘sedikit’ hope untuk tetap bisa hidup sesuai dengan jalanNya … gicu … deh]

Ada pandangan kerohanian (hadist? I forgot) yang menyatakan (dan ini yang saya biasanya sadari dan ikuti) bahwa jika kita melihat seorang pengembara sedang beristirahat (berteduh) di bawah sebuah pohon yang sangat rindang karena kelelahan (pohon beringin kah …?!) untuk sekedar melepas rasa penat dan lelah, dan apabila sang pengembara tersebut sudah hilang rasa penat dan lelahnya maka dia akan melanjutkan perjalanannya … mengembara …. Nah gambaran kita hidup di dunia fana ini adalah sama dengan ketika sang pengembara itu beristirahat di bawah pohon yang rindang tadi. Very short, isn’t it? Kemudian perjalanan sang pengembara sebelum beristirahat di bawah pohon adalah gambaran sebelum manusia dilahirkan dan perjalanan sang pengembara setelah beristirahat di bawah pohon adalah gambaran setelah manusia menemui sang malaikat al maut.

Maksud loh apa seh …? Mungkin maksudku itu …. Kalau gambaran hidup kita seperti itu … kenapa kita terlalu fokus ke arah kehidupan duniawi ya … ga inget akan kehidupan setelah mati … wow … banyak pertanyaan yang lalu muncul:
- apakah bekal kita untuk akhirat sudah cukup?
- apakah hidup kita sudah bisa berarti buat orang lain? (banyak kita jumpai untuk ngurus diri sendiri aja repot apalagi untuk ngurusin orang lain … I hope my life will be not like that)-
- dan seterusnya … dan seterusnya ….

So, jadi ‘ngeri’ ya … karena hidup ini sangat singkat, ga tau deh .. Cuma aja I’ll try to be wise with my (our) life and .. keep being optimistic with the life

This advice is just for myself.

Many thanks

Babab
[Keterangan foto: Sumsion Gardens, Huon Street, Wodonga, Victoria, Australia - 28 December 2007]

Tuesday, 15 January 2008

Living in Albury, NSW, Australia










Many of my friends asked me why I never updated my blog anymore. A good question indeed and I just realised that updating my blog is very important. Because it likes bringing up to date my journal day by day and will aware other person (and also give a respect) for them who has a chance to visit my blog.

I live in Albury right now with my family (anyone who wants to know more about Albury city in New South Wales Australia please visit: http://en.wikipedia.org/wiki/Albury%2C_New_South_Wales). I came earlier (on August 2007), Mia and Ghia came a few months afterward (in late of October 2007). We rent a small house in East Albury precisely in 291 Downside Street, East Albury, NSW 2640. Actually it is a good choice to live, especially for the new comer like us. The downtown is not too far from the house, only need around 15 minutes on foot, crossing the bridge up to the freeway. We have good neighbours. Gill and Robert on the right and Grandma (we don’t know her name) – living alone – in the left. We have another good neighbours in ample forth street, their name are Jo and Dai. They are a young couple and we have a real good relationship indeed.


Mia and Ghia, I think, can adapt with the Australian (specifically Albury) condition. Ghia shows a good growing. His nurse, Caleen, said that when we bring him to her regularly (usually once in a month). She said that it is good for Ghia because he can have what he need for growing: breast milk, formula milk, solid food (he is 7 months right now and he started eating solid food since he was 5 – 6 months of age).

Mia and Ghia also join the Mum and children playgroup at West Albury Community Centre once a week. They can meet with new mums and other children on the same age. We usually come there every Thursdays from 10 – 12 noon. The important thing is they look enjoy with the activities in there.

Ghia has started crawling but still shows his anxiety when he starts crawling. However, for us, he is a good baby. He looks strong enough and he is a hilarious baby. Of course he will cry when he is hungry or sleepy or need attention from us but it is normal I suppose.

So far everything is alright.

Babab

Monday, 13 August 2007

Kanggaroo Boxing

The video of Kanggaroo. They were fighting each other. I captured the video from behind the kitchen, dorm kitchen at University village, University of Canberra - 6 February 2007. Along time ago ... however, please enjoy yourself. regards, Babab (You can also see this kanggaro boxing in Youtube:


The video of kanggoroo. They were fighting each other.

regards
Babab